Memberikan sekarung beras dapat membantu sebuah keluarga yang kesulitan
ekonomi untuk bertahan hidup satu bulan. Mengajarkan mereka cara dan
pengetahuan untuk menanam padi dapat membantu mereka bertahan hidup
selamanya.
Pendidikan dan pengetahuan adalah hal yang paling berharga
yang dapat diberikan pada anak-anak kita. Pendidikan yg baik akan
membekali mereka dengan pengetahuan agar dapat menjadi dewasa yang
cerdas, handal, tangguh dan bisa memberikan dampak positif dan manfaat
bagi banyak orang, serta menghasilkan nafkah untuk menghidupi diri dan
keluarganya kelak.
Memulai Investasi untuk mempersiapkan dana pendidikan
disertai proteksi yang tepat, dapat meringankan tanggung jawab anda dalam mempersiapkan
dana pendidikan yang semakin meningkat setiap tahunnya dan juga satu
langkah lebih dekat untuk mejuwudkan masa depan anak-anak kita.
Merencanakan sejak dini juga merupakan sebuah wujud tanggung jawab penuh
sebagai orang tua. Tanggung jawab penuh artinya memiliki rencana untuk
memastikan agar dana untuk pendidikan bagi anak-anak akan tetap tersedia
dengan atau tanpa kehadiran kita sebagai pencari nafkah di kemudian
hari.
Tidak perlu percaya pada tulisan-tulisan saya ini. Namun
cobalah renungkan dengan pemikiran yang realistis, lihatlah di
sekeliling anda dan bayangkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi
dalam kehidupan ini berdasarkan pengalaman yang anda lihat, dengar atau
yang pernah anda rasakan.
Apakah anda pernah memiliki teman,
kerabat atau sekedar kenalan seorang pencari nafkah yang tutup usia
mendadak akibat penyakit atau kecelakaan sebelum anak-anaknya
menyelesaikan pendidikan dan sanggup hidup mandiri? Bagaimana dengan
kondisi ekonomi keluarga mereka setelahnya?
Bagaimana jika risiko-risiko kehidupan tersebut memutuskan
untuk menghampiri keluarga kita sebelum anak-anak menyelesaikan
pendidikan dan mampu hidup mandiri? Bagaimana mereka melanjutkan
pendidikan dan menyambung hidup? Siapa yang akan membiayai semua itu?
Sahabat anda mungkin membantu 5 juta sd 10 juta.
Saudara-saudara anda mungkin bisa membantu 20 juta sd 50 juta.
Orang tua anda mungkin membantu lebih banyak 100 juta sd 500juta.
Namun,
apakah semua itu cukup untuk melanjutkan kehidupan dan masa depan
mereka yang masih panjang? Apakah kita rela, jika mengetahui pendidikan
anak-anak berlanjut atas belas kasihan orang lain?
Sekali lagi,
jangan percaya begitu saja pada tulisan-tulisan saya ini. Saya sudah
memikirkan hal-hal tersebut sejak mulai membangun keluarga, sekarang
giliran anda.
Keputusan untuk membeli produk proteksi tidak akan pernah
terlalu cepat, hingga akhirnya sudah terlambat jika terus menerus
ditunda. Masa depan dipenuhi dengan misteri yang tidak dapat dipilih
maupun diprediksi.
Maka, rencanakan dan persiapkanlah dana untuk pendidikan
buah hati anda sedini mungkin selagi memiliki waktu, kesehatan dan
kesempatan. Jangan biarkan masa depan buah hati tercinta menjadi rentan
terhadap risiko kehidupan yang bisa menghampiri siapapun dan kapanpun
secara tidak terduga.
Mari berdiskusi bersama saya jika anda belum
mengetahui caranya dan memulai dari mana untuk mempersiapkan proteksi bagi masa depan keluarga dan investasi untuk pendidikan buah hati kesayangan anda.
Saya mempunyai seorang kenalan pengusaha yang sukses. Bisnisnya berkembang dan maju begitu pesat hingga dia begitu teliti dan sibuk melindungi hartanya dari risiko. Dia mengasuransikan pabrik, gudang, toko, rumah dan mobilnya. Akan tetapi, setiap disinggung mengenai perlindungan terhadap diri dan kesehatannya, dia selalu menjawab "Harta yang saya miliki sekarang sudah cukup jika saya meninggal atau ada anggota keluarga yang sakit."
Namun, hidup tidak selamanya indah, roda kehidupan terus berputar dan kenyataan sering kali tidak seindah yang diprediksi dan diharapkan. Sewaktu terjadi krisis dan gonjang ganjing ekonomi, bisnisnya meredup, satu persatu harus ditutup dan tidak pernah bangkit lagi. Seiring dengan menurunnya harta maupun bisnisnya, tagihan yang jatuh tempo akibat gaya hidup yang terlanjur tinggi pun menumpuk dan sejak itu kesehatannya pun mulai bermasalah.
Disaat situasi dan kondisi ekonominya terus menurun, dia divonis dokter terkena penyakit jantung yang harus segera dioperasi. Dia memutuskan untuk melakukan operasi di Singapura dan meskipun operasinya sukses, kondisinya terus memburuk dan makin lemah akibat munculnya komplikasi dengan penyakit lain. Biaya operasi, pengobatan dan perawatannya menghabiskan sebagian besar hartanya. Lima tahun setelahnya, dia meninggal. Hartanya habis dan hutangnya pun menumpuk. Warisan yang ditinggalkan untuk istri dan ketiga anaknya hanyalah rumah yang mereka tinggali. Itu pun terpaksa harus dijual cepat untuk biaya hidup, modal usaha dan membeli rumah yang sangat sederhana. Seandainya dia melindungi diri dengan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan seperti dia melindungi hartanya, mungkin jalan hidupnya tidak terlalu suram dan menyedihkan seperti itu.
Tetangga saya juga mengalami hal yang kurang lebih sama, meskipun kondisi ekonomi biasa-biasa saja, dia disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilannya untuk membeli polis Asuransi. Ketika, musibah tak terduga datang, dia terlibat kecelakaan fatal di jalan tol antar kota dan meninggal di tempat, istri dan anak-anaknya menerima santunan Rp.2 Milyar dari perusahaan asuransi, cukup untuk melanjutkan hidup keluarga, pendidikan anak dan modal untuk istrinya memulai usaha. ( Cara Praktis Menghitung Uang Pertanggungan Asuransi Jiwa Yang Tepat Untuk Anda )
Kenapa Asuransi bisa melindungi seseorang terhadap risiko yang mungkin terjadi pada setiap orang? Tidak ada yang berharap tertimpa musibah atas diri dan keluarganya, tapi siapa yang bisa memilih? Mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kematian dan penyakit pasti datang pada setiap orang. Hanya masalah waktu, kapan? Penyakit apa? Tidak dapat dipungkiri, semakin berumur seseorang semakin rentan terkena penyakit berat yang bisa menyebabkan hidup seseorang berakhir. Apakah kita mau terlunta-lunta sedih ketika penyakit datang tanpa pengobatan yang memadai dan menyusahkan semua orang di sekitar kita?
Lalu, sebenarnya kapan seseorang memerlukan proteksi Asuransi? Mustinya sih "kemaren-kemaren" atau sejak dini. Jika tunggu membutuhkan asuransi mungkin sudah terlambat karena risiko yang kita takuti tersebut sudah menimpa. Padahal, risiko terjadinya Kematian, kecelakaan atau sakit bisa datang kapan pun pada siapapun tanpa pandang bulu. Mengapa banyak sekali di antara kita yang belum sadar untuk menyediakan payung perlindungan untuk memproteksi diri dan keluarga dari bencana yang bisa memporak-porandakan urat nadi kehidupan keluarga?
Ada 5 alasan penyebab orang belum memiliki asuransi atau proteksi
1. Ketidaktahuan. Orang-orang ini sudah mendengar tentang asuransi, tapi tidak tahu seperti apa dan bagaimana itu asuransi.
2. Kesalahpahaman. Orang-orang ini pernah menerima informasi yang salah atau pernah mengalami pengalaman buruk.
3. Kelalaian. orang-orang ini sudah mengerti apa itu asuransi, tapi lalai dan mempunyai segudang alasan untuk menunda-nunda.
4. Ketidakpedulian. Orang-orang ini menganggap asuransi memang berguna tapi siapa yang peduli, toh semua orang pasti mengalaminya. Kelompok orang ini adalah penjudi yang berharap risiko buruk masih akan menghampiri orang lain, bukan dirinya.
5. Ketidakmampuan secara ekonomi.
Memiliki asuransi sama seperti memiliki dan melakukan hal-hal preventif dalam hidup ini. Yang intinya mengamankan, memproteksi, melindungi tujuan-tujuan dalam hidup agar bisa tercapai.
Seorang pencari nafkah membeli asuransi karena dia ingin anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikan hingga tamat sesuai impian mereka dengan atau tanpa kehadiran si pencari nafkah di masa depan.
Setiap mobil membawa ban serep ketika berkendara, bukan berarti mengharapkan ban mobil kita bocor. Tetapi, jika ban mobil harus bocor pun, kita tetap bisa sampai ke tujuan.
Memakai sabuk pengaman sewaktu mengendarai mobil, bukan artinya kita berharap terjadi kecelakaan. Namun, jika mengalami kejadian, dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.
Memakai Helm sewaktu berkendara dengan sepeda motor, apakah kita berharap untuk jatuh? Tidak. Namun, jika terjadi hal yang tidak terduga, kepala kita sudah terproteksi dari benturan benda keras yang bisa berakibat fatal.
Memasang gembok pada pintu rumah, meski tidak pernah kemalingan.
Membawa payung, meski tidak tahu akan hujan.
dan sebagainya....
Karena jalannya hidup tidak bisa ditentukan sendiri sesuai selera dan keinginan masing-masing, maka terciptalah barang-barang tersebut yang digunakan sebagai pencegahan dalam kehidupan ini. Apa yang terjadi jika anda baru mau memakai, membawa, membeli atau memilikinya setelah dibutuhkan?
Memakai sabuk pengaman ketika sudah terjadi tabrakan. Telat
Memakai helm sewaktu kepala sudah terluka karena terjatuh dari motor. Telat
Memasang gembok disaat sudah kemalingan. Telat
Mencari payung ketika sudah basah kuyup kehujanan. Telat
Asuransi jiwa sangatlah penting, wajib dimiliki setiap individu yang menjadi tulang punggung keluarga dan menempati prioritas utama dalam perencanaan keuangan. Tulang punggung keluarga bisa termasuk suami maupun istri adalah mereka yang mencari nafkah, mempunyai kontribusi terhadap keuangan keluarga, memiliki orang yang bergantung pada dirinya secara keuangan disebut mempunyai nilai ekonomis.
Untuk melindungi nilai ekonomis tersebut, setiap tulang punggung keluarga wajib memiliki polis asuransi jiwa, fungsinya untuk menjamin kontribusi finansial individu tersebut bagi keluarga tetap tersedia meskipun musibah terburuk tiba-tiba menghampiri. Perlindungan ini menjadi prioritas utama dalam keluarga dan tidak bisa diabaikan karena jika terjadi risiko meninggal pada tulang punggung keluarga, implikasinya bisa mengancam kelangsungan hidup anggota keluarga lainnya, gaya hidup, masa depan dan pendidikan anak. Besarnya nilai ekonomis atau kebutuhan asuransi jiwa ini bisa diperhitungkan dan dikalkulasi besarannya berdasarkan kebutuhan biaya hidup rutin keluarga. Berikut adalah salah satu metode perhitungan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa yang paling sering digunakan di seluruh dunia.
Kebutuhan hidup keluarga X sebesar Rp.30.000.000/bulan atau Rp.360.000.000/tahun
Nilai kontribusi Suami sebesar Rp.20.000.000/bulan
Nilai kontribusi Istri sebesar Rp.10.000.0000/bulan Dari nilai kontribusi tersebut, maka masing-masing membutuhkan UP Jiwa minimal sebesar:
(nilai kontribusi x 12 bulan) ÷ bunga deposito = UP Asuransi Jiwa
(Rp.20.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.4 Milyar UP Asuransi Jiwa Suami
(Rp.10.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.2 MIlyar UP Asuransi Jiwa Istri
Bagaimana UP Asuransi Jiwa ini bekerja memproteksi keuangan dan masa depan keluarga X?
Apabila secara tiba-tiba sang suami tutup usia, maka UP sebesar Rp.4.000.000.000 akan diberikan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris keluarga X. Selanjutnya untuk ditabungkan pada deposito yang memberikan imbal hasil sebesar 6% nett, Maka keluarga X akan mendapatkan Rp.240.000,000/tahun dari tabungan deposito tersebut sebagai pengganti porsi kontribusi sang suami dan keluarga X tetap bisa melanjutkan kehidupan seperti biasanya tanpa harus menjual aset, menurunkan gaya hidup dan pendidikan anak atau yang paling buruk, berhutang pada renternir.
Kalau diperhatikan, saya menulis UP jiwa minimal pada perhitungan UP jiwa diatas. Skenario tersebut berlaku apabila keluarga X tidak memiliki utang, cicilan maupun tunggakan. Bila terdapat pinjaman kredit rumah misalnya, besarnya nilai pinjaman perlu ditambahkan pada UP sebagai antisipasi jika debitur meninggal dunia secara mendadak, maka rumah tersebut tidak perlu disita karena pembayaran cicilan yang terhenti.
Jika anda berminat memproteksi aset dan masa depan keluarga anda secara finansial dan membutuhkan konsultasi dengan Agen Asuransi di Jakarta yang dapat diandalkan, hubungi:
Asuransi Jiwa dirancang untuk melindungi, menjamin kehidupan
dan memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dan orang-orang yang bergantung
pada kita secara finansial. Asuransi Jiwa akan membayarkan sejumlah uang kepada
ahli waris yang ditunjuk jika sang tertanggung yang namanya tercantum di dalam polis meninggal
dunia.
Berjuta orang di dunia membeli Asuransi Jiwa setiap tahunnya
dengan alasan yang sangat beragam. Itu lah yang menarik dari Asuransi Jiwa. jika
ditarik benang merahnya , gagasan untuk memilikinya cukup mudah untuk
dimengerti namun alasan dibalik keputusan itu bisa memiliki makna yang sangat
mendalam, menyangkut perasaan peduli, cinta dan kasih sayang yang tidak dapat
diukur dengan angka dan kata-kata.
Dibalik semua keputusan dan pertimbangan itu, pada umumnya kita
memiliki 6 alasan yang bijaksana sebelum memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa.
1. Asuransi Jiwa untuk melindungi orang-orang
yang kita cintai.
Sebuah rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap keluarga
agar kebutuhan dan tujuan hidup mereka dapat terpenuhi. Asuransi jiwa berperan sebagai
sebuah alat untuk melindungi tujuan dan menjamin kelangsungan hidup seluruh
anggota keluarga dari bencana finansial yang mungkin dihadapi jika sang pencari
nafkah tutup usia.
2. Asuransi Jiwa atau Life Insurance diperuntukkan
bagi yang hidup.
Seperti artinya dalam bahasa Inggris, Life adalah Hidup,
Insurance adalah Menjamin. Maka dengan memiliki Asuransi Jiwa, seoarang pencari
nafkah telah menunjukkan rasa tanggung jawabnya untuk menjamin ketersediaan dana
dan biaya hidup untuk seluruh anggota keluarga dengan atau tanpa kehadiran dirinya.
3. Asuransi Jiwa sebagai bentuk cinta dan
kasih sayang.
Dikarenakan rasa peduli dan cinta yang begitu besar, kita
ingin memastikan keamanan finansial keluarga jika secara
mendadak kita tidak lagi berada di sisi mereka.
4. Jika pencari nafkah tutup usia, Ahli waris
dapat membantu memenuhi janji dan keinginan yang pernah kita buat terhadap orang-orang
yang penting bagi diri kita.
Dengan memiliki Asuransi jiwa artinya kita telah melindungi kelangsungan
gaya hidup keluarga bila terjadi sesuatu yang tidak terduga menimpa sang
pencari nafkah. Rumah, mobil dan pendidikan anak tetap berjalan seperti biasanya
tanpa harus menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau
berhutang pada pihak lain.
5. Asuransi Jiwa memberikan waktu dan pilihan.
Seringkali kita dengar, jika pencari nafkah meninggal dunia,
keluarga yang ditinggalkan terpaksa membuat keputusan sulit dalam waktu yang singkat disaat mereka belum siap secara batin maupun mental untuk melakukannya.
Asuransi Jiwa memberikan keluarga yang ditinggalkan kesempatan untuk
menyesuaikan diri sebelum mengambil keputusan yang dramatis untuk menurunkan
gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.
Asuransi Jiwa juga memberikan pilihan bagi keluarga yang
ditinggalkan untuk bisa membayar hutang yang mungkin ditinggalkan pencari
nafkah, melunasi cicilan rumah, membiayai kebutuhan hidup yang terus meningkat dan
melanjutkan pendidikan anak hingga tamat.
6. Asuransi Jiwa menyediakan dana pada saat
paling dibutuhkan.
Polis Asuransi Jiwa akan menyediakan dana keras yang
diberikan secara lump sum atau
sekaligus kepada ahli waris dan keluarga yang ditinggalkan. Nilai yang
diberikan kepada ahli waris sesuai dengan nilai yang tertera pada kontrak
Asuransi Jiwa yang telah ditentukan oleh pemegang polis sewaktu mengajukan
permohonan Asuransi Jiwa.
Jika anda seorang pencari nafkah yang cinta kepada keluarganya, namun tidak yakin atau
belum tahu berapa nilai yang dibutuhkan untuk dapat melindungi kebutuhan
keluarga, Anda bisa menghubungi agen asuransi yang anda percaya. Bersama agen asuransi, kita
dapat mendiskusikan kebutuhan proteksi keluarga berdasarkan pada kondisi
saat ini dan membuat perhitungan serta perencanaan jangka panjang dalam
menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga anda di kemudian hari.
ProActive Plus merupakan program asuransi
jiwa tradisional berjangka atau lebih sering dikenal sebagai Asuransi Jiwa Term Life dengan premi tetap yang memberikan perlindungan
maksimal bagi anda yang aktif dan dinamis. ProActive Plus melindungi aset,
penghasilan, pendidikan anak dan keluarga anda dengan premi yang sangat
terjangkau. ProActive Plus memberikan manfaat secara sekaligus (lump sum) bila terjadi resiko meninggal pada tertanggung sejumlah nilai yang tertera pada polis.
Keterangan Umum
Tipe
Produk Asuransi Jiwa Term Life
Mata
Uang Rupiah & USD
Usia
Masuk Tertanggung 18 – 65 tahun
Uang
Pertanggungan Minimum Rp. 100,000,000 dan US$ 10,000
Masa
Asuransi 5 - 20 tahun
Masa
Pembayaran Premi 5 - 20 tahun
Renewal
Guaranteed hinga umur 70 tahun (perpanjang tiap tahun tanpa seleksi ulang)
Besar
jumlah premi tetap selama masa pertanggungan.
Cara
Pembayaran Premi Berkala Tahunan, semesteran, kuartalan dan bulanan.
Perhitungan
Premi Berdasarkan usia, jenis kelamin, status merokok atau tidak, dan
batas uang pertanggungan.
Produk asuransi tradisional atau asuransi murni memberikan manfaat proteksi maksimal tanpa unsur investasi, yang artinya tidak terdapat nilai tunai atau nilai polis yang dibentuk. Maka bila tidak terjadi klaim selama masa pertanggungan, premi yang telah dibayarkan akan hangus.
Contoh Ilustrasi Premi:
Bila calon nasabah adalah seorang pria, berumur 30 tahun, tidak merokok, hanya perlu mengalokasikan biaya premi Rp.4.050.000,- per tahun untuk mendapatkan uang pertanggungan sebesar Rp.1.350.000.000,- tanpa asuransi tambahan/ rider apapun.
Besarnya premi akan dihitung berdasarkan usia masuk calon nasabah, jenis kelamin dan kebiasaan merokok. Bagi kelompok usia dan uang pertanggungan tertentu akan diminta untuk melakukan medical check up dalam proses pengajuan aplikasi.
Tips untuk menghitung besarnya jumlah Uang Pertanggungan yang dibutuhkan:
(kebutuhan bulanan x 12) / bunga deposito = UP (Uang Pertanggungan)
(Rp.10.000.000 x 12) / 6% = Rp.2.000.000.000
Apabila terjadi risiko meninggal pada tertanggung, maka keluarga yang mendapatkan manfaat klaim uang pertanggungan dapat memasukkannya ke dalam instrumen deposito untuk mendapatkan imbal hasil bunga tahunan yang dapat digunakan untuk melanjutkan kehidupan.
Dengan miliki polis asuransi jiwa artinya seorang kepala keluarga yang memiliki tanggungan, telah menunjukkan rasa tanggung jawab dan cinta kasih terhadap kelangsungan hidup bagi seluruh anggota keluarga.
Hubungi Financial & Protection Specialist Manulife sekarang juga..
Yoseph Francis
Manulife MDRT Financial Advisor
Yoseph@manulife.co.id
BBM 51E52EED
WA 0811 818 689