Proactive Plus

Asuransi Jiwa Term Life untuk proteksi maksimal penghasilan, aset dan keluarga anda

Manulife Value Protector Absolute - Asuransi dan Investasi

Kami menawarkan solusi perlindungan dan keuangan yang penting untuk keluarga anda

MiUltimate Healthcare - Asuransi Kesehatan Terbaik

Kesehatan anda adalah Prioritas Utama kami

StudyLink - Jaminan pendidikan buah hati tercinta

Kami menawarkan solusi yang tepat serta dapat diandalkan untuk menjamin pendidikan anak anda

ProLiving Absolute

Asuransi Tradisional Whole Life Untuk Proteksi Maksimal Seumur Hidup

30 November 2015

Cara Praktis Menghitung Kebutuhan UP Asuransi Jiwa Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Keluarga



Asuransi jiwa sangatlah penting, wajib dimiliki setiap individu yang menjadi tulang punggung keluarga dan menempati prioritas utama dalam perencanaan keuangan. Tulang punggung keluarga bisa termasuk suami maupun istri adalah mereka yang mencari nafkah, mempunyai kontribusi terhadap keuangan keluarga, memiliki orang yang bergantung pada dirinya secara keuangan disebut mempunyai nilai ekonomis. 

Untuk melindungi nilai ekonomis tersebut, setiap tulang punggung keluarga wajib memiliki polis asuransi jiwa, fungsinya untuk menjamin kontribusi finansial individu tersebut bagi keluarga tetap tersedia meskipun musibah terburuk tiba-tiba menghampiri. Perlindungan ini menjadi prioritas utama dalam keluarga dan tidak bisa diabaikan karena jika terjadi risiko meninggal pada tulang punggung keluarga, implikasinya bisa mengancam kelangsungan hidup anggota keluarga lainnya, gaya hidup, masa depan dan pendidikan anak. 

Besarnya nilai ekonomis atau kebutuhan asuransi jiwa ini bisa diperhitungkan dan dikalkulasi besarannya berdasarkan kebutuhan biaya hidup rutin keluarga. Berikut adalah salah satu metode perhitungan Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa yang paling sering digunakan di seluruh dunia.

Kebutuhan hidup keluarga X sebesar Rp.30.000.000/bulan atau Rp.360.000.000/tahun

Nilai kontribusi Suami sebesar Rp.20.000.000/bulan

Nilai kontribusi Istri sebesar Rp.10.000.0000/bulan 


Dari nilai kontribusi tersebut, maka masing-masing membutuhkan UP Jiwa minimal sebesar:

(nilai kontribusi x 12 bulan) ÷ bunga deposito = UP Asuransi Jiwa

(Rp.20.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.4 Milyar UP Asuransi Jiwa Suami

(Rp.10.000.000 x 12 bulan) ÷ 6% = Rp.2 MIlyar UP Asuransi Jiwa Istri



Bagaimana UP Asuransi Jiwa ini bekerja memproteksi keuangan dan masa depan keluarga X?

Apabila secara tiba-tiba sang suami tutup usia, maka UP sebesar Rp.4.000.000.000 akan diberikan oleh perusahaan asuransi kepada ahli waris keluarga X. Selanjutnya untuk ditabungkan pada deposito yang memberikan imbal hasil sebesar 6% nett, Maka keluarga X akan mendapatkan Rp.240.000,000/tahun dari tabungan deposito tersebut sebagai pengganti porsi kontribusi sang suami dan keluarga X tetap bisa melanjutkan kehidupan seperti biasanya tanpa harus menjual aset, menurunkan gaya hidup dan pendidikan anak atau yang paling buruk, berhutang pada renternir.





Kalau diperhatikan, saya menulis UP jiwa minimal pada perhitungan UP jiwa diatas. Skenario tersebut berlaku apabila keluarga X tidak memiliki utang, cicilan maupun tunggakan. Bila terdapat pinjaman kredit rumah misalnya, besarnya nilai pinjaman perlu ditambahkan pada UP sebagai antisipasi jika debitur meninggal dunia secara mendadak, maka rumah tersebut tidak perlu disita karena pembayaran cicilan yang terhenti.

Jika anda berminat memproteksi aset dan masa depan keluarga anda secara finansial dan membutuhkan konsultasi dengan Agen Asuransi di Jakarta yang dapat diandalkan, hubungi: 

6 Alasan Mengapa Kita Perlu Memiliki Asuransi Jiwa


Apa itu Asuransi Jiwa?

Asuransi Jiwa dirancang untuk melindungi, menjamin kehidupan dan memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dan orang-orang yang bergantung pada kita secara finansial. Asuransi Jiwa akan membayarkan sejumlah uang kepada ahli waris yang ditunjuk jika sang tertanggung yang namanya tercantum di dalam polis meninggal dunia.

Berjuta orang di dunia membeli Asuransi Jiwa setiap tahunnya dengan alasan yang sangat beragam. Itu lah yang menarik dari Asuransi Jiwa. jika ditarik benang merahnya , gagasan untuk memilikinya cukup mudah untuk dimengerti namun alasan dibalik keputusan itu bisa memiliki makna yang sangat mendalam, menyangkut perasaan peduli, cinta dan kasih sayang yang tidak dapat diukur dengan angka dan kata-kata.

Dibalik semua keputusan dan pertimbangan itu, pada umumnya kita memiliki 6 alasan yang bijaksana sebelum memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa.

1. Asuransi Jiwa untuk melindungi orang-orang yang kita cintai.

Sebuah rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap keluarga agar kebutuhan dan tujuan hidup mereka dapat terpenuhi. Asuransi jiwa berperan sebagai sebuah alat untuk melindungi tujuan dan menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga dari bencana finansial yang mungkin dihadapi jika sang pencari nafkah tutup usia.



2. Asuransi Jiwa atau Life Insurance diperuntukkan bagi yang hidup.

Seperti artinya dalam bahasa Inggris, Life adalah Hidup, Insurance adalah Menjamin. Maka dengan memiliki Asuransi Jiwa, seoarang pencari nafkah telah menunjukkan rasa tanggung jawabnya untuk menjamin ketersediaan dana dan biaya hidup untuk seluruh anggota keluarga dengan atau tanpa kehadiran dirinya.



3. Asuransi Jiwa sebagai bentuk cinta dan kasih sayang.

Dikarenakan rasa peduli dan cinta yang begitu besar, kita ingin memastikan keamanan finansial keluarga jika secara mendadak kita tidak lagi berada di sisi mereka.



4. Jika pencari nafkah tutup usia, Ahli waris dapat membantu memenuhi janji dan keinginan yang pernah kita buat terhadap orang-orang yang penting bagi diri kita.

Dengan memiliki Asuransi jiwa artinya kita telah melindungi kelangsungan gaya hidup keluarga bila terjadi sesuatu yang tidak terduga menimpa sang pencari nafkah. Rumah, mobil dan pendidikan anak tetap berjalan seperti biasanya tanpa harus menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.



5. Asuransi Jiwa memberikan waktu dan pilihan.

Seringkali kita dengar, jika pencari nafkah meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan terpaksa membuat keputusan sulit dalam waktu yang singkat disaat mereka belum siap secara batin maupun mental untuk melakukannya. Asuransi Jiwa memberikan keluarga yang ditinggalkan kesempatan untuk menyesuaikan diri sebelum mengambil keputusan yang dramatis untuk menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.

Asuransi Jiwa juga memberikan pilihan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk bisa membayar hutang yang mungkin ditinggalkan pencari nafkah, melunasi cicilan rumah, membiayai kebutuhan hidup yang terus meningkat dan melanjutkan pendidikan anak hingga tamat.


6. Asuransi Jiwa menyediakan dana pada saat paling dibutuhkan.

Polis Asuransi Jiwa akan menyediakan dana keras yang diberikan secara lump sum atau sekaligus kepada ahli waris dan keluarga yang ditinggalkan. Nilai yang diberikan kepada ahli waris sesuai dengan nilai yang tertera pada kontrak Asuransi Jiwa yang telah ditentukan oleh pemegang polis sewaktu mengajukan permohonan Asuransi Jiwa.


Jika anda seorang pencari nafkah yang cinta kepada keluarganya, namun tidak yakin atau belum tahu berapa nilai yang dibutuhkan untuk dapat melindungi kebutuhan keluarga, Anda bisa menghubungi agen asuransi yang anda percaya. Bersama agen asuransi, kita dapat mendiskusikan kebutuhan proteksi keluarga berdasarkan pada kondisi saat ini dan membuat perhitungan serta perencanaan jangka panjang dalam menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga anda di kemudian hari.