Asuransi Jiwa dirancang untuk melindungi, menjamin kehidupan
dan memenuhi kebutuhan seluruh anggota keluarga dan orang-orang yang bergantung
pada kita secara finansial. Asuransi Jiwa akan membayarkan sejumlah uang kepada
ahli waris yang ditunjuk jika sang tertanggung yang namanya tercantum di dalam polis meninggal
dunia.
Berjuta orang di dunia membeli Asuransi Jiwa setiap tahunnya
dengan alasan yang sangat beragam. Itu lah yang menarik dari Asuransi Jiwa. jika
ditarik benang merahnya , gagasan untuk memilikinya cukup mudah untuk
dimengerti namun alasan dibalik keputusan itu bisa memiliki makna yang sangat
mendalam, menyangkut perasaan peduli, cinta dan kasih sayang yang tidak dapat
diukur dengan angka dan kata-kata.
Dibalik semua keputusan dan pertimbangan itu, pada umumnya kita
memiliki 6 alasan yang bijaksana sebelum memutuskan untuk membeli Asuransi Jiwa.
1. Asuransi Jiwa untuk melindungi orang-orang yang kita cintai.
Sebuah rasa tanggung jawab dan komitmen terhadap keluarga
agar kebutuhan dan tujuan hidup mereka dapat terpenuhi. Asuransi jiwa berperan sebagai
sebuah alat untuk melindungi tujuan dan menjamin kelangsungan hidup seluruh
anggota keluarga dari bencana finansial yang mungkin dihadapi jika sang pencari
nafkah tutup usia.
2. Asuransi Jiwa atau Life Insurance diperuntukkan bagi yang hidup.
Seperti artinya dalam bahasa Inggris, Life adalah Hidup,
Insurance adalah Menjamin. Maka dengan memiliki Asuransi Jiwa, seoarang pencari
nafkah telah menunjukkan rasa tanggung jawabnya untuk menjamin ketersediaan dana
dan biaya hidup untuk seluruh anggota keluarga dengan atau tanpa kehadiran dirinya.
3. Asuransi Jiwa sebagai bentuk cinta dan kasih sayang.
Dikarenakan rasa peduli dan cinta yang begitu besar, kita
ingin memastikan keamanan finansial keluarga jika secara
mendadak kita tidak lagi berada di sisi mereka.
4. Jika pencari nafkah tutup usia, Ahli waris dapat membantu memenuhi janji dan keinginan yang pernah kita buat terhadap orang-orang yang penting bagi diri kita.
Dengan memiliki Asuransi jiwa artinya kita telah melindungi kelangsungan
gaya hidup keluarga bila terjadi sesuatu yang tidak terduga menimpa sang
pencari nafkah. Rumah, mobil dan pendidikan anak tetap berjalan seperti biasanya
tanpa harus menurunkan gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau
berhutang pada pihak lain.
5. Asuransi Jiwa memberikan waktu dan pilihan.
Seringkali kita dengar, jika pencari nafkah meninggal dunia,
keluarga yang ditinggalkan terpaksa membuat keputusan sulit dalam waktu yang singkat disaat mereka belum siap secara batin maupun mental untuk melakukannya.
Asuransi Jiwa memberikan keluarga yang ditinggalkan kesempatan untuk
menyesuaikan diri sebelum mengambil keputusan yang dramatis untuk menurunkan
gaya hidup, menjual barang-barang berharga atau berhutang pada pihak lain.
Asuransi Jiwa juga memberikan pilihan bagi keluarga yang
ditinggalkan untuk bisa membayar hutang yang mungkin ditinggalkan pencari
nafkah, melunasi cicilan rumah, membiayai kebutuhan hidup yang terus meningkat dan
melanjutkan pendidikan anak hingga tamat.
6. Asuransi Jiwa menyediakan dana pada saat paling dibutuhkan.
Polis Asuransi Jiwa akan menyediakan dana keras yang
diberikan secara lump sum atau
sekaligus kepada ahli waris dan keluarga yang ditinggalkan. Nilai yang
diberikan kepada ahli waris sesuai dengan nilai yang tertera pada kontrak
Asuransi Jiwa yang telah ditentukan oleh pemegang polis sewaktu mengajukan
permohonan Asuransi Jiwa.
Jika anda seorang pencari nafkah yang cinta kepada keluarganya, namun tidak yakin atau
belum tahu berapa nilai yang dibutuhkan untuk dapat melindungi kebutuhan
keluarga, Anda bisa menghubungi agen asuransi yang anda percaya. Bersama agen asuransi, kita
dapat mendiskusikan kebutuhan proteksi keluarga berdasarkan pada kondisi
saat ini dan membuat perhitungan serta perencanaan jangka panjang dalam
menjamin kelangsungan hidup seluruh anggota keluarga anda di kemudian hari.








0 comments:
Post a Comment